MANUSIA DAN CINTA KASIH




Nama         : Rizki Amalia Saputri
NPM          : 15117301
Kelas          : 1KA27





Kata Pengantar
Segala puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan tugas ini tepat waktu.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar dengan judul Manusia dan Cinta Kasih. Makalah ini membahas pengertian cinta kasih, cinta menurut ajaran agama, kasih sayang, kemesraan, pemujaan, belas kasihan, dan cinta kasih erotis.
Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu kritik dan saran sangat saya harapkan untuk memperbaiki pembuatan makalah ditugas yang berikutnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi siapa pun yang membacanya.




 
Latar Belakang
Cinta adalah perasaan alamiah yang dirasakan seseorang kepada orang yang lainnya. Cinta tidak hanya untuk kekasih, melainkan juga untuk Allah, keluarga, dan sahabat.
Cinta memiliki hubungan yang sangat erat dengan kehidupan manusia. Namun tak sedikit manusia yang masih bingung tentang arti cinta yang sesungguhnya. Meskipun begitu manusia tetap bisa merasakan apa itu cinta.
Perasaan cinta dapat menimbulkan perasaan belas kasih, Banyak manusia yang sulit untuk membedakan antara cinta dan kasih. Padahal cinta dan kasih hampir memiliki arti yang sama. Oleh karena itu, kita harus mengetahui tentang hubungan manusia dan cinta kasih.

A.   Pengertian Cinta Kasih
Cinta adalah rasa sangat suka, saying, sangat kasih, atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau menaruh belas kasih. Karena cinta dan kasih memiliki arti yang hampir sama sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta, maka cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasih.
Meskipun cinta kasih memiliki arti yang hampir sama, terdapat perbedaan antara keduanya. Cinta mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam, sedangkan kasih lebih keluarnya. Jadi dapat dikatakan bahwa kasih dapat diwujudkan dari cinta yang mendalam.
1.      Erich Fromm menyebutkan bahwa cinta itu terutama memberi, bukan menerima. Cinta selalu menyatakan unsur-unsur dasar, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian, dan pengenalan. Dengan keempat unsur tersebut, suatu cinta dapat dibina secara baik.
2.      Dr. Sartilito W. Sarwono mengatakan bahwa cinta memiliki 3 unsur, yaitu keterikatan, keintiman, dan kemesraan. Keterikatan adalah perasaan untuk bersama dia dan menjadikannya prioritas. Keintiman yaitu kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa tidak ada jarak antara anda dan dia. Sedangkan kemesraan yaitu rasa ingin membelai atau dibelai, dan rasa rindu.

a.       Tingkatan Cinta
1.      Tingkat tertinggi, yaitu cinta kepada Allah, Rasulullah dan berjihad di jalan Allah.
2.      Tingkat menengah, yaitu cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami, dan kerabat.
3.      Tingkat terendah, yaitu cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta, dan tempat tinggal.

B.   Cinta Menurut Ajaran Agama
Beberapa orang berpendapat kalau etika cinta dapat dipahami dengan mudah tanpa mengaitkannya dengan agama. Padahal agama memberikan ajaran cinta kepada manusia, oleh sebab itu, agama sangat penting dalam cinta.
Bentuk cinta dalam kitab suci Al-Qur’an :
1.      Cinta Diri
Berkaitan dengan dorongan menjaga diri. Manusia mencintai segala sesuatu yang memberikan kebaikan kepada dirinya dan membenci segala sesuatu yang menghalanginya untuk hidup.
Diantara gejala yang menunjukkan kecintaan manusia terhadap dirinya sendiri ialah ekcintaannya yang sangat terhadap harta, yang dapat merealisasikan semua keinginannya dan memudahkan baginya segala sarana untuk mencapai kesenangan dan kemewahan hidup.” (QS, Al-Adiyat, 100:8)

2.      Cinta Kepada Sesama Manusia
Manusia harus menyeimbangkan cintanya dengan cinta dan kasih kepada orang lain. Allah selalu member pujian kepada orang-orang yang berusaha untuk tidak berlebih-lebihan dalam cintanya kepada diri sendiri dan melepaskan diri dari gejala-gejala itu adalah dengan melalui iman, shalat, zakat, bersedekah, dan menjauhi larangan Allah.
Keimanan seperti itu dapat menyeimbangkan antara cinta kepada diri sendiri dan cinta kepada orang lain.

3.      Cinta Seksual
Cinta berkaitan dengan dorongan seksual karena merupakan faktor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga. Dorongan seksual memiliki fungsi penting, yaitu untuk melahirkan keturunan demi kelangsungan jenis
Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi yang berpikir.” (QS, Ar-Rum, 30:21)

4.      Cinta Kebapakan
Dorongan kebapakan bukanlah dorongan fisiologis seperti dorongan keibuan, melainkan dorongan psikis. Hal ini terlihat jelas dalam cinta bapak kepada anakk-anaknya karena mereka sumber kesenangan dan kegembiraan baginya.

5.      Cinta kepada Allah
Merupakan puncak cinta manusia. Cinta yang ikhlas dari manusia kepada Allah akan membuat cinta itu menjadi kekuatan yang mengarahkannya dalam kehidupan dan menundukan semua bentuk kecintaan lainnya. Semua tingkah laku dan tindakan manusia ditujukan kepada Allah, mengharapkan penerimaan dan ridha-Nya.

6.      Cinta kepada Rasul
Cinta kepada Rasul merupakan peringkat kedua setelah cinta kepada Allah. Hal ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya.

C.   Kasih Sayang
Menurut W.J.S. Poerwadarminta, kasih sayang adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan dalam kehidupan rumah tangga. Kasih sayang menuntuk tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, aling percaya, saling pengertian, saling terbuka dari masing-masing pihak.
Macam-macam cinta kasih dari orang tua kepada anaknya, yaitu :
            1.      Orang tua bersifat aktif, anak bersifat pasif
            2.      Orang tua bersifat pasif, anak bersifat aktif
            3.      Orang tua bersifat pasif, anak bersifat pasif
            4.      Orang tua bersifat aktif, anak bersifat aktif

D.   Kemesraan
Kemesraan adalah hubungan yang akrab baik antaa pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun sudah berumah tangga. Pada dasarnya kemesraan adalah perwujudan dari kasih sayang yang mendalam. Dengan kemesraan, manusia dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.

E.   Pemujaan
Pemujaan adalah suatu bentukk cinta manusia kepada Tuhannya yang dilakukan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhannya tidak dapa dipisahkan, hal ini karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai, dan makna kehidupan yang sebenarnya.
“Dia yang menciptakan langit dan bumi beseta apa-apa diantara eduanya dalam enam rangkaian masa, kemudian dia bertahta diatas singgasana-Nya. Dia Maha Pengasih, maka tanyakanlah kepada-Nya tentang soal-soal apa yang perlu diketahui. Bila dikatakan kepada mereka, sujudlah kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.” (QS, Al-Furqon, 59:60)

F.    Belas Kasihan
Belas kasihan merupakan istilah yang digunakan dalam cinta sesama karena cinta disini bukan karena cakapnya, kayanya, cantiknya, pandainya, namun karena penderitannya. Sifat menaruh belas kasihan adalah orang yang berakhlak.
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk member belas kasihan, seperti memberikan uang, member barang, memberi pakaian, makanan, dan lain-lain.

G.  Cinta Kasih Erotis
Cinta kasih erotis yaitu kahausan akan penyatuan yang sempurna dengan seseorang lainnya. Cinta kasih seperti itu bersifat eksklusif. Dalam cinta kasih erotis terdapat eksk;isivitas yang tidak terdapat dalam cinta kasih persaudaraan dan keibuan. Cinta kasih erotis mengeksklusifkan cinta kaish terhadap orang lain hanya segi-segi fusi erotis dan keikutsertaan dengan semua bagian kehidupan orang lain, tetapi bukan dalam arti cinta kasih kesaudaraan yang mendlam terhadap orang lain.






Daftar Pustaka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lembaga Audit dan ISO Sistem Informasi di Indonesia

Review Jurnal Sistem Cerdas Reservasi dan Pemantauan Parkir