KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN




Nama         : Rizki Amalia Saputri
NPM          : 15117301
Kelas          : 1KA27







Kata Pengantar
Segala puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan tugas ini tepat waktu.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar dengan judul Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan. Makalah ini membahas pendekatan kesusastraan, ilmu budaya dasar yang dihubungkan dengan prosa, nilai-nilai dalam prosa fisik, dan ilmu budaya dasar yang dihubungkan dengan puisi.
Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu kritik dan saran sangat saya harapkan untuk memperbaiki pembuatan makalah ditugas yang berikutnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi siapa pun yang membacanya.




Latar Belakang
Ilmu budaya dasar adalah ilmu yang memberikan pengetahuan dasar dan umun tentang masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan mempelajari IBD (The Humanities) seseorang akan menjadi lebih manusiawi, berbudaya, dan halus. The humanities berkaitan dengan nilai kita sebagai homo humanus.
The humanities mencakup filsafat, teologi, seni, dan cabang-cabangnya termasuk sastra, sejarah dan cerita rakyat. Manusia dan sastra dapat dikatakan sebagai satu kesatuan. Hal tersebut disebabkan oleh sastra yang  mudah berkomunikasi karena penjabarannnya yang abstraksi. Selain itu sastra juga didukung oleh cerita yang mudah diterima oleh seluruh masyarakat.

A.    Pendekatan Kesusastraan
Ilmu budaya dasar pada awalnya dikenal dengan nama Basic Humanities yang berasal dari bahasa inggris yaitu the humanities. The humanities masih dapat diperdebatkan tentang apa saja yang dimasukkan kedalamnya. Pada intinya, semua mempelajari masalah manusia dan budaya.
Hampir disetiap jaman, seni termasuk sastra yang memegang peranan penting dalam the humanities. Hal ini terjadi karena seni merupakan ekspresi dari nilai-nilai kemanusiaan. Seni adalah ekspresi yang sifatnya tidak normatif karena nilai-nilai yang disampaikannya lebih fleksibel sehingga seni lebih mudah berkomunikasi.
Sastra memiliki peranan penting karena sastra menggunakan bahasa. Bahasa memiliki kemampuan untuk menerima pernyataan kegiatan manusia. Manusia menggunakan bahasa untuk memahami dirinya sendiri, untuk memahani alam semesta, dan juga untuk mengatur hubungan antar sesamanya.

B.   Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan dengan Prosa
Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Prosa sering disebut narrative fiction, prose fiction atau fiction. Istilah tersebut sering diartikan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur dari imajinasi.
Dalam kesusastraan Indonesia, ada jenis prosa lama dan prosa baru.
            a.       Prosa Lama
1.      Dongeng, yaitu cerita yang bersifat khayal.
2.      Hikayat, yaitu cerita tentang kehidupan para dewi, peri, pangeran.
3.      Sejarah, yaitu cerita yang diambil dari suatu peristiwa sejarah.
4.      Epos, yaitu cerita tentang kisah kepahlawanan.
5.      Cerita pelipur lara, yaitu cerita yang bertujuan untuk menghibur seseorang.

            b.      Prosa Baru
1.      Cerita pendek, yaitu cerita yang cenderung padat dan langsung pada tujuannya.
2.      Roman, yaitu cerita yang menceritakan kehidupan pelaku utamanya dengan segala suka dukanya.
3.      Biografi, yaitu karangan yang berisi pengalaman hidup seseorang.
4.      Kisah, yaitu cerita tentang kejadian dalam hidup seseorang.
5.      Otobiografi, yaitu biografi yang ditulis oleh subjeknya.

C.   Nilai-Nilai dalam Prosa Fiksi
Prosa mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra.
            1.      Prosa fiksi memberikan kesenangan
            Dengan membaca fiksi, pembaca akan mendapatkan kesenangan. Seperti mendapatkan pengalaman sebagaimana
            mengalami peristiwa yang dikisahkan.
            2.      Prosa fiksi  memberikan informasi
            Fiksi memberi informasi yang tidak ada didalam ensiklopedia. Seperti dalam novel, kita dapat informasi yang
            lebih daridapa sejarah, kehidupan masa kini, masa lalu, bahkan kehidupan yang akan datang.
           3.       Prosa fiksi memberikan warisan cultural
          Prosa fiksi dapat mendorong imajinasi yang merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan 
           budaya bangsa.
           4.      Prosa memberikan keseimbangan wawasan
          Lewat prosa fiksi, seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman dengan banyak individu. 
          Fiksi juga memungkinkan lebih banyak kesempatan untuk memilih responn-respon emosional 
          yang berbeda dari apa yang ada dalam kehidupan itu sendiri

D.   Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan dengan Puisi
Puisi digunakan sebagai media dan juga sumber belajar sesuai dengan pokok bahasan yang terdapat didalam ilmu budaya sosial. Puisi adala ekspresi pengalaman jiwa penyair tentang kehidupan manusia, alam, Tuhan melalui bahasa yang artistik, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.
Kreativitas penyair dalam membangun puisinya akan menghasilkan kepuitisan, keartistikan dengan menggunakan :
            1.    Figura bahasa
            2.      Kata-kata yang ambiquitas (bermakna ganda)
            3.      Kata-kata berjiwa
            4.      Kata-kata yang konotatif
            5.      Pengulangan
Puisi berhubungan dengan pengalaman hidup manusia. Perekaman dan penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut “pengalaman perwakilan” yang berarti manusia senantiasa ingin memiliki salah satu kebutuhan dasarnya untuk lebih menghidupkan pengalaman hidupnya dari sekedar kumpulan pengalaman langsung yang terbatas. Pendekatan terhadap pengalaman perwakilan itu dapat dilakukan dengan suatu kemampuan yang disebut “imaginative entry”, yaitu kemampuan untuk menghubungan pengalaman hidup sendiri dengan pengalaman yang diberika penyair dalam puisinya.

Contoh puisi :
Sajak Putih – Chairil Anwar
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku

Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita mati datang tidak membelah





Daftar Pustaka




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lembaga Audit dan ISO Sistem Informasi di Indonesia

Review Jurnal Sistem Cerdas Reservasi dan Pemantauan Parkir